sumber: mydirtsheet.com Trayek hidupku sudah jelas selama lebih dari sepuluh tahun ini. Jam tiga pagi, sebelum ayam-ayam tetangga di kandangnya bangun, aku sudah harus mandi, bukan untuk membersihkan tubuhku yang bau keringat karena tidur di dalam kamar pengap semalaman, tapi lebih untuk menyegarkan tubuhku, terutama mataku yang setiap hari tampaknya semakin kelelahan karena hanya diberi jatah untuk tidur tidak lebih dari lima jam. Setelah mandi dan mematut diri ala kadarnya di depan cermin yang sudah mulai buram, aku pergi ke pasar yang berjarak sekitar dua ratus meter dari rumhaku. Bukan rumah, kurang layak sepertinya jika disebut rumah. Kata orang-orang pintar, rumah itu harus punya kamar mandi, kamar tidur, ruang tamu, dapur, nomor dan yang paling utama harus punya surat yang menerangkan kalau itu adalah rumah sehingga pemerintah bisa menagih jatahnya setiap tahun agar ‘rumah’ itu bisa tetap disebut rumah. Sedangkan tempat yang aku tinggali -memang- hampir memiliki sem...